CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Thursday, July 4, 2013

Barang Peninggalan Nabi S.A.W

ce cete: Barang Peninggalan Nabi S.A.W: Rasa nak menitik air mata melihat pakaian dan barangan peribadi Rasulullah SAW. Baginda yang sememangnya mendapat tempat di Syurga ter...

Thursday, April 26, 2012

Patutkah Si Suami Temankan Isteri Bersalin..

Zaman sekarang ni, sudah banyak hospital yang membenarkan suami menemani isteri bersalin. Tapi, sejauh mana kewajaran situasi ini? Apa kebaikan-kebaikan yang boleh diperolehi? 1. Meredakan debaran di hati isteri Saat-saat ingin melahirkan anak mestilah saat yang mendebarkan, bukan isteri sahaja yang berdebar, malah suami juga. Kehadiran suami di sisi isteri dapat meredakan debaran yang dirasai isteri. Jadi, sama-sama dapat meredakan debaran antara satu sama lain. 2. Meredakan kesakitan isteri Kehadiran suami di sisi juga dapat meredakan kesakitan yang ditanggung oleh isteri walaupun hanya sekadar mengusap belakang isteri ketika kontraksi atau sekadar memberi kata-kata perangsang. 3. Menimbulkan keinsafan di hati suami Secara tak langsung, boleh timbul keinsafan kepada suami apabila melihat kesakitan yang ditanggung oleh isteri dalam usaha memberikan zuriat yang diinginkan. 4. Lebih menyayangi dan menghargai isteri Apabila melihat betapa susahnya isteri melahirkan anak, bertarung nyawa dan menanggung segala kesakitan, boleh memberi keinsafan kepada suami untuk lebih menyayangi dan menghargai isteri. Hargailah isteri anda, wahai sang suami. 5. Lebih menghargai keluarga Melihat proses bersalin, boleh membuatkan kita lebih menghargai keluarga, bukan setakat kepada isteri dan anak-anak, malah juga kepada ibu yang melahirkan kita. Seperti mana kesakitan yang ditanggung oleh isteri, begitu jugalah kesakitan yang ditanggung oleh ibu saat melahirkan kita. Bagaimana suami boleh membantu, jika takut melihat darah? Suami yang takut melihat darah, masih boleh menemani isteri pada peringkat awal (tahap pertama proses kelahiran). Pada tahap ini, isteri akan mengalami kontraksi yang lebih kerap. Suami boleh membantu dengan cara: - Memegang tangan isteri untuk menenteramkannya - Mengurut bahagian belakang isteri untuk mengurangkan kesakitan - Mengelap muka isteri apabila berpeluh - Membasahkan bibir dengan air atau ketulan ais serta beri air kepada isteri Jadi, kaum Adam sekalian, yang telah bergelar suami, adakah anda menemani isteri anda ketika bersalin?

Saturday, June 18, 2011

Memorable Party With Classmate n Lecture Slideshow

Memorable Party With Classmate n Lecture Slideshow: "TripAdvisor™ TripWow ★ Memorable Party With Classmate n Lecture Slideshow ★ to Kuantan. Stunning free travel slideshows on TripAdvisor"

Wednesday, March 30, 2011

Congenital Adrenal Hyperplasia

 

Congenital Adrenal Hyperplasia

Congenital adrenal hyperplasia refers to a group of inherited disorders of the adrenal gland.

Causes

Congenital adrenal hyperplasia can affect both boys and girls. People with congenital adrenal hyperplasia lack an enzyme needed by the adrenal gland to make the hormones cortisol and aldosterone.
Without these hormones, the body produces more androgen, a type of male sex hormone. This causes male characteristics to appear early (or inappropriately).
About 1 in 10,000 to 18,000 children are born with congenital adrenal hyperplasia.

Symptoms

Girls will usually have normal female reproductive organs (ovaries, uterus, and fallopian tubes). They may also have the following changes:
  • Abnormal menstrual periods
  • Deep voice
  • Early appearance of pubic and armpit hair
  • Excessive hair growth and facial hair
  • Failure to menstruate
  • Genitals that look both male and female (ambiguous genitalia), often appearing more male than female
Boys won't have any obvious problems at birth. However, they may appear to enter puberty as early as 2 - 3 years of age. Changes may include:
  • Deep voice
  • Early appearance of pubic and armpit hair
  • Early development of male characteristics
  • Enlarged penis
  • Small testes
  • Well-developed muscles
Both boys and girls will be tall as children but much shorter than normal as adults.
Some forms of congenital adrenal hyperplasia are more severe and cause adrenal crisis in the newborn due to a loss of salt. Newborns with these forms develop severe symptoms shortly after birth, including:
  • Cardiac arrhythmias
  • Dehydration
  • Electrolyte changes
  • Vomiting

Exams and Tests

  • Abnormal salt levels in blood (serum electrolytes) and urine
  • High levels of 17-OH progesterone
  • High levels of serum DHEA sulfate
  • High levels of urinary 17-ketosteroids
  • Low levels of aldosterone and cortisol
  • Normal or low urinary 17-hydroxycorticosteroids
  • X-ray for bone age (shows older bones than normal for the person's age)
Genetic tests can help diagnose, confirm, and manage the disease.
This disease may also affect the results of the following tests:
  • Estriol - serum
  • Estriol - urine
  • Pregnanediol

Treatment

The goal of treatment is to return hormone levels to normal. This is done by taking a form of cortisol (dexamethasone, fludrocortisone, or hydrocortisone) every day. People may need additional doses of medicine during times of stress, such as severe illness or surgery.
The health care provider will determine the gender of a baby with ambiguous genitalia by checking the chromosomes (karyotyping). Girls with male-looking genitals will usually have surgery between ages 1 month - 3 months to correct the abnormal appearance.
Parents of children with congenital adrenal hyperplasia should be aware of the side effects of steroid therapy. Report signs of infection and stress to your health care provider because the child may need more medication. Steroid medications cannot be stopped suddenly, because it may lead to adrenal insufficiency.

Support Groups

Outlook (Prognosis)

People with this condition usually have good health. However, they may be shorter than normal, even with treatment.
Males have normal fertility. Females may have a smaller opening of the vagina and lower fertility.
People with this disorder must take medication their entire lives.
Untreated, adrenal crisis can lead to death within 1 - 6 weeks after birth.

Possible Complications

  • Abnormal female external genitals (internal organs are normal)
  • Adrenal crisis, including hyponatremia and shock (especially in newborns)
  • Early development of male sexual characteristics
  • High blood pressure
  • Low blood sugar
  • Short height as an adult, despite early, rapid childhood growth
  • Side effects of steroid medications used as treatment
  • Tumors of the testes in adult men

When to Contact a Medical Professional

Call for an appointment with your health care provider if your child develops symptoms of this disorder.
If you had a child with this disorder or you have a family history of this disease and you plan to have other children, talk to your health care provider before conceiving. Genetic counseling is important if you have a family history of congenital adrenal hyperplasia.

Prevention

Parents with a family history of congenital adrenal hyperplasia (of any type) or a child who has the condition should consider genetic counseling.
Prenatal diagnosis is available for some forms of congenital adrenal hyperplasia. Diagnosis is made in the first trimester by chorionic villus sampling. Diagnosis in the second trimester is made by measuring hormones such as 17-hydroxyprogesterone in the amniotic fluid.
A newborn screening test is available for the most common form of congenital adrenal hyperplasia. It can be done on heelstick blood (as part of the routine screenings done on newborns). This test is currently performed in many states. Ask your doctor if it is done in your state.

Alternative Names

Adrenogenital syndrome; 21-hydroxylase deficiency

 http:- Congenital adrenal hyperplasia: MedlinePlus Medical Encyclopedia

Sunday, February 20, 2011

Cantik Sangatkah Diri Kita Ini?

Apakah yang kita lakukan apabila bangun pagi? Biasanya, setelah menggeliat dan  menggenyeh mata, kita akan terus ke bilik air untuk menggosok gigi.  Selepas itu mandi, bersabun dan bersyampu. Usai bersolat, kita bersolek.  Bagi perempuan, wajah jadi cantik setelah dilukis semula. Bagi lelaki  pula, wajah kembali terurus setelah membuat landscaping kecil dengan menebas misai dan janggut serta menyikat rambut.
Buat  orang lelaki, tali leher yang terjerut kemas akan menampilkan gaya yang  segak. Bagi orang perempuan, busana yang diperagakan akan menganggunkan  ketrampilan. Perfume yang disembur menyegarkan bau tubuh dan  menaikkan aura. Orang yang berselisih dengan kita boleh terhenti untuk  menghidu bau minyak wangi yang kita pakai.
Itulah  kebiasaan yang kita lalui sebagai manusia yang berkerjaya. Bagi golongan  suri rumah, pelajar, mahupun yang masih belum bekerja, rutin harian  yang dilalui lebih kurang sama juga. Dalam masa tidak sampai sejam, kita  sudah pun siap. Kita lalui semua proses mendandan diri separuh robotik  ini sebaik sahaja bangun tidur.
Namun, pernahkah kita  berhenti seketika, termenung dan merenung kembali buat seketika? Apabila  bangun tidur, sebelum melompat atau bermalas-malas mengheret kaki ke  bilik air, terciumkah kita bau tubuh sendiri terutamanya bau yang datang  daripada mulut kita? Wangikah ia?
Apabila membelek wajah  di cermin, lihatlah kelayuan mata sendiri yang cengkung dan  bergelanggang kerana belum dipalit kelilingnya dengan celak dan shadow. Berapa garis kedutkah yang kita ada. Kurang daripada sepuluh atau sudah  tidak terkira? Biasanya kita tidak sempat membilangnya kerana  cepat-cepat menutupnya dengan bedak.
Bila diperhatikan  betul-betul, rambut kita yang ikal seperti seludang kelapa sudah semakin  lurus seperti berus periuk terpakai. Tidak lama lagi, warna putihnya  akan melebihi warna hitamnya. Misai yang tebal pun sudah jarang-jarang  dan tidak tentu hala tumbuhnya.
Otot-otot di tepi bibir  yang biasanya ternaik hingga menyerlahkan wajah kita seperti orang yang  sentiasa tersenyum, kini sudah kendur. Akibatnya, wajah kita yang serius  kelihatan seperti sedang mencebir; menjadikan wajah kita persis orang  yang sudah putus urat senyumnya.
Carilah kembali tanda  lahir di tubuh, sama ada tompok putih di belikat atau garis di celah  paha ~ yang hanya diketahui juga oleh pasangan kita; yang juga  menandakan kita bukan manusia sempurna seperti batang tubuh artis yang  sudah diphotoshop di komputer. Bagaimana pula perut yang punyai kesan  pecah lemak hingga berjalur-jalur pecah seribu, tompokan hitam atau  kutil yang mula tumbuh di merata tubuh?
Dan, lihatlah diri kita  secara keseluruhan di cermin secara 360 darjah. Tataplah bentuk tubuh  kita sendiri daripada hujung rambut hingga ke hujung kaki. Kepala,  leher, tengkuk, bahu, lengan, dada, perut, paha, betis dan akhir sekali,  kaki. Eh, sejak bila lubang hidung kita dah tak sama saiz rongganya?  Bila pula tubuh kita rebeh sebelah?
Kita kini tidak lagi  persis model yang cantik dengan keluk, lekuk dan luk di  bahagian-bahagian yang sepatutnya. Justeru itu, apakah kita kini seorang  manusia... atau kita telah bertukar menjadi makhluk yang menggelembung di  sana-sini di bahagian-bahagian yang tidak seharusnya?
"Tidur itu saudara mati." Demikian sabda Rasulullah, s.a.w yang diriwayatkan oleh al-Bazzar,  al-Tabarani dan Baihaqi. Ertinya, bangunnya kita daripada tidur itu  seumpama bangun daripada mati. Wajah kita pucat, tidak terurus, tidak  bermaya dan berbau. Sebenarnya tubuh dan wajah kita amat hodoh sekali!
Tetapi,  oleh kerana terlupa mahu melihat kekurangan fizikal diri sendiri,  kerana hendak berkejar menyoleknya, maka kita sudah alpa akan kecacatan  bentuk zahir kita. Apabila kita menyarung baju yang lengkap dengan jalur  dan warnanya, atau ropol dan rendanya, kita kelihatan segak sekali.  Maka apabila mengatur langkah dengan bergaya kerana kasut tumit tinggi  menjadikan postur tubuh membusung di ponggong dan dada... wah siapa yang  tidak ingin menatap lebih daripada sekali?
"Allah  (Yang Menguasai Segala-galanya), Ia mengambil dan memisahkan satu-satu  jiwa dari badannya, jiwa orang yang sampai ajalnya semasa matinya, dan  jiwa orang yang tidak mati: dalam masa tidurnya; kemudian Ia menahan  jiwa orang yang Ia tetapkan matinya dan melepaskan balik jiwa yang lain  (ke badannya) sehingga sampai ajalnya yang ditentukan. Sesungguhnya yang  demikian itu mengandungi tanda-tanda yang membuktikan kekuasaan Allah  bagi kaum yang berfikir (untuk memahaminya)." (Az-Zumar 39:42)
Sedangkan  fizikal kita sendiri kita lupakan kerana sentiasa disalut dengan  pakaian yang indah-indah, bagaimana pula dengan spiritual kita? Jika  yang boleh dilihat itu tidak selalu dipandang, bagaimana pula dengan  bahagian diri kita yang tidak dapat ditilik?
Apakah batin kita secantik yang kita anggap selama ini?
Ataupun ia lebih hodoh daripada kita yang zahir ini?

Jangan Biar Hati di "Pateri"

Siapa tidak mahu menjadi orang beriman? Malah dalam situasi mencari jodoh, kita telah pun mengakui apa sebenarnya kehendak hati seorang manusia. Lelaki yang bergaya 'stylo' tetap mahukan calon isteri yang solehah seperti Nur dalam cerita Nur Kasih. Wanita yang berlagak ala Lady Gaga masih dambakan calon suami seperti Asyraf dalam Program Realiti Imam Muda.
Itu membuktikan, masih ada secebis cinta kepada agama jauh di lubuk hati. Tetapi, mengapa kehendak itu tidak membuka pintu hati kita untuk berusaha mendapatkan hidayah dari Allah? Sedang kita tahu, fitrah hati kita ini menginginkan kesejukan pandangan dan rohani yang damai dengan salju keimanan!
"Belum terbuka hati aku untuk berubah. Agaknya hidayah Allah belum sampai." Sebelum kita ucap sebaris kata-kata itu, cuba ambil beberapa saat untuk bertanya kepada diri. "Apa yang sudah aku usahakan untuk mencari sinar petunjuk dari Allah?". Jika kita hanya membiarkan kaki terus berjalan di atas landasan yang dicipta oleh syaitan, tidak mungkin kita dipilih Allah untuk mendapat hidayah. Hayati firman Allah SWT,
"Katakanlah (Wahai Muhammad SAW), Jika bapa-bapa kamu, anak-anak kamu, saudara-saudara (ikhwan) kamu, isteri-isteri (suami-suami) kamu, kaum keluarga kamu, harta benda yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu bimbang akan merosot dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai (jika semuanya itu) menjadi perkara-perkara yang kamu cintai lebih daripada Allah SWT dan RasulNya dan (daripada) berjihad untuk agamanya maka tunggulah sehingga Allah SWT mendatangkan keputusanNya (azab siksaNya). Kerana Allah SWT tidak akan memberi hidayah kepada orang-orang yang fasik (derhaka)." (at-Taubah : 24)
Menurut Pensyarah di Pusat Pemikiran & Kefahaman Islam UiTM, Dr. Mohd Asmadi Yakob, antara punca-punca seseorang itu sukar mendapat hidayah adalah kerana mengikuti hawa nafsu dan syaitan. Manusia yang sentiasa menuruti kehendak nafsu dengan membelakangkan larangan dan suruhan Allah, hatinya sukar terbuka ke jalan kebaikan. Manakala, apabila dia menjadikan syaitan sebagai kawan, hatinya akan  terus terpesong. Ini dapat dikaitkan dengan realiti masyarakat Islam hari ini yang mengamalkan susuk, sihir dan pemujaan syaitan dalam kehidupan. Telah Allah sebut di dalam surah  al-Haj ayat 4, "yang telah ditetapkan kepada (tiap-tiap) syaitan itu, bahawa sesiapa yang berketuakan dia, maka sesungguhnya ia akan menyesatkannya dan memimpinnya kepada azab neraka."
Selain itu, manusia yang berlaku zalim juga sukar memperoleh hidayah. Ia terbahagi kepada dua iaitu berlaku zalim terhadap diri sendiri dan zalim terhadap manusia lain. Seorang lelaki yang meninggalkan solat Jumaat tiga kali berturut-turut dengan sengaja, Allah akan 'memateri' hatinya! Hati menjadi keras, maka bagaimana sinar keimanan akan menyerap ke sanubarinya? Itu contoh zalim kepada diri sendiri. Manakala zalim terhadap manusia lain adalah dengan menganiaya orang tersebut. Doa orang yang teraniaya itu sesungguhnya amatlah mudah dimakbulkan Allah. Ini jelas menunjukkan Allah terlalu murka pada kezaliman.
Untuk memastikan diri tidak sukar diberi hidayah, jangan pernah biarkan hati menjadi keras. Ini boleh terjadi jika kita berkawan dengan rakan-rakan yang menghanyutkan kita dari mengingati Allah. Manusia yang melakukan maksiat dan dosa tetapi tidak bertaubat juga akan terus-terusan berada dalam keadaan yang sesat. Tanda hati telah menjadi keras juga apabila seseorang itu tidak suka mendengar perkara-perkara baik, majlis ilmu dan nasihat tentang keagamaan. Akhir sekali, apabila kita berperilaku melampaui batas-batas agama dan selalu berkata dusta, jangan dinanti hidayah mengunjungi segumpal darah di dalam tubuh! Beringatlah, apabila terdetik walaupun sebesar zarah kesedaran di dalam hati, segeralah mendekati Allah, mudah-mudahan hati dilimpahi hidayah yang berkekalan.
- Artikel iluvislam.com

.::Cool Music::.